Di Blog ini saya menceritakan apa yang saya pikirkan dan apa yang saya rasakan selaku manusia biasa. tak ada yang tertutupi, semua berjalan seiring berjalannya waktu tanpa ada rekayasa didalamnya. yah, inilah jalan hidupku banyak pembelajaran yang harus kita petik baik itu secara tersirat maupun secara nalar seorang insani.
Kamis, 02 Juni 2016
WANITA
saat usiaku menginjak fase dimana aku akan masuk usia remaja.
usia yang sangat labil, tapi ingin rasanya kumenginjak usia itu lagi. kalau berandai-andai sih..ingin kuputar masa itu atau macam punya lampu aladin gituu..keluar jin yang super gendut trus menawarkan beberapa permintaan hahahah..
tapi itu mustahil.. hanya ada dalam dunia khyalan saja..omong kosong....
aku mulai mengenal wanita, makhluk yang sangat rumit bagiku tapi mengapa pula tuhan menciptakannya ya??
sebagai pelengkap hidup mungkin....????
tapi yang mau dilengkapi apa dulu??? ayoo coba tebaaakk hahaha
jika dibahasakan sebagai pelengkap, berarti ada yang kurang jika tanpa kehadirannya..
okey, mari kita kembali sejenak mengenai awal mula diciptakannya makhluk yang rumit ini. surga yang begitu indah, penuh dengan ketenangan, di dalamnya terdapat telaga dengan berbagai rasa..diciptakanlah si Adam dengan segala kenikmatan di dalam surga.. sempat dia merenung merasakan kesepian yang sangat mendalam di antara kenikmatan itu... ada sesuatu yang dia yang kurang.. apa yah ?? dalam hatinya bertanya..
yaaa tak lain hanyalah seorang teman.
terlelap dan tertidurlah si Adam. kemudian saat ia terjaga dari tidurnya, hadirlah disampinya sosok yang katanya diciptakan dari tulang rusuk si Adam..makhluk ini dinamakan Hawa.... mengapa pula wanita tak diciptakan dari tulang kepala? yaah. karna dia bukan diciptakan sebagai pemimpin, bukan pula sebagai sosok yang harus dipuja-puji. kenapa pula bukan dari tulang kaki ?.. yah. karna makhluk ini bukan untuk disakiti, bukan pula dijadikan sebagai sesuatu yang hina yang letaknya berada dibawah. lantas mengapa dari tulang rusuk? begitu dekat dengan hati? yah karna dia diciptakan begitu dekat dengan Hati, menghadapinyapun dengan hati dengan bumbu-bumbu ketulusan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar